Buku Terbaru
PERFORMA SALES MELEDAK DI ERA JKN
Buku Performa Sales Meledak di Era JKN karya apt. H. Rizky Islamy Ramadhan, S.Far., MM membahas perubahan besar dalam dunia marketing farmasi setelah hadirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan penjualan obat tidak lagi ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya diskon, tetapi oleh kemampuan tim marketing memahami sistem pelayanan kesehatan, regulasi, dan pola pengambilan keputusan di rumah sakit. Melalui pendekatan yang realistis dan berbasis pengalaman lapangan, buku ini menjelaskan bahwa marketing farmasi harus bergeser dari sekadar menjual produk menjadi mengelola posisi produk dalam sistem kesehatan. Sales yang berhasil adalah mereka yang mampu membaca alur rumah sakit, memahami hubungan antara formularium, klaim JKN, pola peresepan dokter, serta kepentingan manajemen rumah sakit. Buku ini juga menguraikan strategi praktis seperti: Menggunakan product knowledge sebagai alat negosiasi, bukan sekadar hafalan. Melakukan survey rumah sakit secara strategis untuk memahami sistem layanan. Memahami perbedaan PRB dan Non-PRB sebagai dasar strategi volume dan margin. Mengidentifikasi golongan obat yang berpotensi menjadi penggerak penjualan. Dengan berbagai contoh kasus nyata di lapangan, buku ini menunjukkan bahwa marketing yang bertahan di era JKN bukan yang paling agresif menjual, tetapi yang mampu berpikir sistemik, membaca data, dan menempatkan produk secara rasional dalam ekosistem layanan kesehatan. Intinya: Buku ini adalah panduan strategis bagi tim marketing farmasi untuk beradaptasi dengan sistem JKN, mengubah pola pikir lama, dan membangun strategi penjualan yang lebih cerdas, sistematis, dan berkelanjutan.
Buku Lainnya
BUKAN PRODUK YANG SALAH
Di banyak rumah sakit di era JKN, satu kalimat sering terdengar ketika sebuah produk gagal di pasar: “Produknya kurang bagus.” Padahal kenyataannya sering berbeda. Banyak produk sebenarnya tidak pernah benar-benar gagal karena kualitasnya, tetapi karena strategi yang tidak memahami sistem rumah sakit. Buku “BUKAN PRODUK YANG SALAH” membuka fakta yang jarang dibicarakan di dunia marketing farmasi: di era JKN, pasar obat tidak lagi ditentukan oleh promosi agresif, relasi personal, atau sekadar harga murah. Pasar dikendalikan oleh sistem pembiayaan, formularium rumah sakit, pola terapi dokter, dan kekuatan pengambil keputusan di balik layar. Melalui pengalaman nyata di lapangan, analisis tajam, serta pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dan PDSA, Kang Haji mengajak pembaca melihat akar masalah yang sebenarnya: bukan produknya yang salah, tetapi cara kita membaca sistemnya yang keliru. Di dalam buku ini Anda akan menemukan: * 10 kesalahan strategis marketing farmasi di rumah sakit era JKN * Cara membaca sistem rumah sakit dan kekuatan pengambil keputusan * Mengapa diskon sering gagal membuka pasar * Cara membangun strategi yang bertahan dalam sistem kesehatan modern Ditulis dengan bahasa yang tajam, jujur, dan berbasis pengalaman nyata, buku ini bukan sekadar teori marketing—tetapi peta berpikir bagi mereka yang ingin tetap relevan di industri farmasi yang berubah cepat. Karena pada akhirnya, yang tumbang bukan produk yang lemah… tetapi strategi yang tidak memahami sistem.
Buku Lainnya
FILE PDF BUKU PERFORMA SALES MELEDAK DI ERA JKN
Buku Performa Sales Meledak di Era JKN karya apt. H. Rizky Islamy Ramadhan, S.Far., MM membahas perubahan besar dalam dunia marketing farmasi setelah hadirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan penjualan obat tidak lagi ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya diskon, tetapi oleh kemampuan tim marketing memahami sistem pelayanan kesehatan, regulasi, dan pola pengambilan keputusan di rumah sakit. Melalui pendekatan yang realistis dan berbasis pengalaman lapangan, buku ini menjelaskan bahwa marketing farmasi harus bergeser dari sekadar menjual produk menjadi mengelola posisi produk dalam sistem kesehatan. Sales yang berhasil adalah mereka yang mampu membaca alur rumah sakit, memahami hubungan antara formularium, klaim JKN, pola peresepan dokter, serta kepentingan manajemen rumah sakit. Buku ini juga menguraikan strategi praktis seperti: Menggunakan product knowledge sebagai alat negosiasi, bukan sekadar hafalan. Melakukan survey rumah sakit secara strategis untuk memahami sistem layanan. Memahami perbedaan PRB dan Non-PRB sebagai dasar strategi volume dan margin. Mengidentifikasi golongan obat yang berpotensi menjadi penggerak penjualan. Dengan berbagai contoh kasus nyata di lapangan, buku ini menunjukkan bahwa marketing yang bertahan di era JKN bukan yang paling agresif menjual, tetapi yang mampu berpikir sistemik, membaca data, dan menempatkan produk secara rasional dalam ekosistem layanan kesehatan. Intinya: Buku ini adalah panduan strategis bagi tim marketing farmasi untuk beradaptasi dengan sistem JKN, mengubah pola pikir lama, dan membangun strategi penjualan yang lebih cerdas, sistematis, dan berkelanjutan.
Buku Lainnya
FILE PDF BUKU BUKAN PRODUK YANG SALAH
ANALSIA MENDALAM TERHADAP 10 KESALAHAN YANG SERING DIHADAPI MARKETING FARMASI BESERTA SOLUSI NYA
Apa yang Akan Anda Dapatkan
Analisis Tajam
Gagasan yang lahir dari pengalaman nyata di lapangan, membongkar sistem JKN dan manajemen klaim rumah sakit tanpa ampun.
Bahasa Tanpa Basa-basi
Diarahkan langsung kepada Anda: para praktisi yang muak pada kalimat klise.
Fokus pada Strategi
Bukan sekadar motivasi kosong. Dilengkapi rasionalitas dan taktik memetakan masuknya produk ke formularium RS.
Apa Kata Pembaca
"Buku ini membongkar apa yang sering menjadi "rahasia dapur" manajemen rumah sakit. Wajib dibaca bagi marketer farmasi yang ingin produknya bertahan di era JKN!"
"Analisis Kang Haji sangat tajam. Menyadarkan kita bahwa marketing bukan soal jual obat belaka, tapi pemahaman utuh pada ekosistem klinik dan finansial."
"Jarang sekali menemukan buku yang membedah sudut pandang klinis, manajerial, sekaligus strategi sales dengan begitu presisi. Sangat direkomendasikan."
Siap Mengubah Strategi Anda?
Berhenti menjadi sales yang sibuk, jadilah strategist yang presisi bersama KANG HAJI.